Sejarah

Kampung Qur’an Learning center bermula dari sebuah mimpi seorang pemuda untuk mendirikan sebuah pesantren dan lembaga pendidikan secara mandiri.

Tahun 2012 merupakan momen bersejarah bagi USt. Iskandar dalam mewujudkan impiannya.

Bermula dari 4 santri, pesantren tersebut mendapat respon positif sehingga jumlah santripun terus bertambah.

Keinginan untuk memiliki lembaga dan tempat sendiri mendorong Ust. Iskandar untuk memindahkan pesantren dari Dago ke Cihanjuang atas izin H. Soleh selaku pemilik tempat.

Tahun 2014 berdirilah lembaga yayasan bernama Kampoeng Qur’an Cendekia dengan Ust. Iskandar sebagai pembina (I), pemilik tempat sebagai pembina (II). Posisi ketua, sekretaris, dan bendahara diduduki oleh wali santri. Namun, karena suatu alasan mengharuskan Ust. Iskandar membangun yayasan kembali ditempat lain.

Tahun 2015, Ust. Iskandar mendapatkan wakaf tanah di Nagreg, Bandung. Setelah pembangunan di Nagreg selesai dan dapat ditinggal, tempat tersebut ternyata kurang kondusif untuk ditinggali karena masalah geografis.

Pada bulan Februari 2016, Ust. Iskandar mendapat tawaran tanah di Jalan Parakan Muncang, Cicalengka, Bandung. Pada awalnya akad tanah tersebut adalah wakaf, namun Ust. Iskandar khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan sehingga akad tanah tersebut menjadi jual-beli.

Bulan April 2016 merupakan pembangunan, pesantren siap untuk dihuni dan seluruh santri dipindahkan hingga saat ini.

Pesantren Kampung Qur’an Learning Center berlokasi di Kampung Cilaku, Desa Tegalmanggung, Kec. Cimanggung Parakan Muncang, Bandung.

Sarana dan prasaran terus ditingkatkan diatas lahan seluas 10.000 m2. Semua berkat bantuan dari donatur, orang tuas santri, dan simpatisan pesantren lain yang berasal dari berbagai daerah.

Alhamdulillah sampai saat ini tidak kurang dari 1.500 santri dari berbagai program pernah merasakan belajar di Pesantren Kampung Qur’an Learning Center.

 

Sejarah lengkap klik disni.